Sabtu, 11 Februari 2017

Pasar "Tumpah Ruah", Gudang Sarinah, 5 Februari 2017



Pada 5 Februari 2017, ARtistik Furnicraft berkesempatan  mengisi salah satu booth di Pasar Tumpah Ruah di Gudang Sarinah, Jl. Pancoran Timur II no 4, Jakarta Selatan.  Ini merupakan kesempatan pertama kami muncul di muka publik. Alhamdulillah respon pengunjung cukup baik. Tidak sedikit pengunjung yang mampir ke booth kami, dari yang sekedar bertanya tentang produk yang dijual sampai yang akhirnya membeli. Di  event ini kami menampilkan beberapa produk dari kayu jati londo (jati belanda) atau kayu pinus: frame cermin, nampan (wooden tray)  rak gantung (wall hanger), rak buku tempel, frame foto, dan rak tangga.

Dalam kesempatan ini kami menyampaikan banyak terimakasih kepada penyelenggara Pasar "Tumpah Ruah", juga kepada para pengunjung yang mampir di booth kami baik yang sempat ngobrol maupun yang telah membeli salah satu produk kami, dan tentu saja juga berbagai pihak yang memberi  support dan apresiasi kepada  ARtistik Furnicraft. Ke depannya kami berharap bisa lebih sering tampil menyapa Anda semua, untuk sekedar sambung rasa, dan untuk lebih memahami selera serta kebutuhan-kebutuhan Anda. Semoga juga dengan produk-produk yang lebih beragam dan lebih berkualitas.


Salam hangat,
ARtistik Furnicraft.

















Selasa, 29 November 2016


One for All.
Satu untuk semua.
Ungkapan ini rupanya  sesuai dengan lemari berdimensi 240x110x35cm ini.  Dengan ukuran yang cukup besar dan ruangan di dalam lemari yang cukup luas, lemari ini cocok untuk Anda yang gemar akan hal-hal yang praktis.



Lemari Pajang/Lemari Buku. Dimensi 240x110x50







Dengan pembagian rak berjumlah 7 tingkat, Anda akan sangat leluasa menata berbagai koleksi benda kesayangan anda: buku-buku, pernak pernik suvenir maupun  foto-foto keluarga tercinta.

Terbuat dari kayu pinus/jati belanda, dengan desain yang sederhana namun artistik lemari ini akan memberi suasana nyaman dan asri pada interior rumah Anda...

                                      ***


"Krepyak, Membuat Lemari Terlihat Antik, Unik dan Artistik"



                Pintu Krepyak atau jendela Krepyak, adalah kisi-kisi kayu pada pintu/jendela  yang dibuat dengan ukuran tertentu dan difungsikan untuk sirkulasi udara. Pintu yang biasa dipakai pada jaman kolonial Belanda ini  memiliki keunggulan dan fungsi untuk mempelancar aliran udara dalam ruangan, sehingga udara di dalam ruangan akan tetap segar meskipun jendela dalam keadaan tertutup.

               Pada perkembangannya pintu krepyak ternyata tidak hanya digunakan untuk pintu rumah namun juga dapat digunakan untuk lemari makan, atau lemari pajang, atau lemari pakaian. Dengan memasang pintu krepyak pada lemari, diharapkan udara di dalam lemari akan cukup udara sehingga tidak sumpek atau pun lembab.  




Lemari Pakaian Pintu Krepyak. Dimensi: 240x80x50 (Produksi ARtistik Furniture)



Selain fungsinya untuk memperlancar sirkulasi udara, bentuk krepyak yang unik dan berkesan antik, akan membuat suasana interior terasa artistik dan bernuansa “nostalgic”…..

Senin, 29 Agustus 2016

FURNITURE by Wikipedia

F.U.R.N.I.T.U.R.E
Furniture is movable objects intended to support various human activities such as seating (e.g., chairs, stools, tables and sofas) and sleeping (e.g., beds). Furniture is also used to hold objects at a convenient height for work (as horizontal surfaces above the ground, such as tables and desks), or to store things (e.g., cupboards and shelves). Furniture can be a product of design and is considered a form of decorative art. In addition to furniture's functional role, it can serve a symbolic or religious purpose. It can be made from many materials, including metal, plastic, and wood. Furniture can be made using a variety of woodworking joints which often reflect the local culture.
People have been using natural objects, such as tree stumps, rocks and moss, as furniture since the beginning of human civilisation. Archaeological research shows that from around 30,000 years ago, people began constructing and carving their own furniture, using wood, stone, and animal bones. Early furniture from this period is known from artwork such as a Venus figurine found in Russia, depicting the goddess on a throne. The first surviving extant furniture is in the homes of Skara Brae in Scotland, and includes cupboards, dressers and beds all constructed from stone. Complex construction techniques such as joinery begain in the early dynastic period of Egypt, with constructed wooden pieces including stools and tables, sometimes decorated with valuable metals or ivory. The evolution of furniture design continued in ancient Greece and ancient Rome, with thrones being commonplace as well as the klinai, multipurpose couches used for relaxing, eating, and sleeping. The furniture of the Middle Ages was usually heavy, oak, and ornamented. Furniture design expanded during the Italian Renaissance of the fourteenth and fifteenth century. The seventeenth century, in both Southern and Northern Europe, was characterized by opulent, often gilded Baroque designs. The nineteenth century is usually defined by revival styles. The first three-quarters of the twentieth century are often seen as the march towards Modernism. One unique outgrowth of post-modern furniture design is a return to natural shapes and textures.[1] 

Sumber: Wikipedia